BAB IV HUBUNGAN KERJA

A. Umum
1. Pengertian
Hubungan kerja adalah suatu hubungan yang timbul antara pekerja dan pengusaha setelah diadakan perjanjian sebelumnya oleh pihak yang bersangkutan.

Didalam hubungan kerja akan terdapat tiga unsur yaitu :

a. Kerja
Didalam hubungan kerja harus ada pekerjaan tertetu sesuai perjanjian.
b. Upah
Pengusaha berkewajiban membayar upah dan pekerja berhak atas upah dari pekerjaan yang dilakukannya.
c. Perintah
Satu pihak berhak memberikan perintah dan pihak yang lain berkewajiban melaksanakan perintah.

2. Pengaturan Hubungan Kerja
Perjanjian kerja tertentu diharuskan untuk membuat secara tertulis yaitu :

a. Perjanjian Kerja Laut (PKL)
Dibuat antara awak kapal dengan perusahaan atau dengan nahkoda yang mewakili pengusaha.

b. Perjanjian Kerja Antar Kerja Antar Negara (AKAN)
Dibuat antara perusahaan pengerah tenaga kerja dengan tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri.

c. Perjanjian Kerja Antar Kerja Antar Daerah(AKAD)
Dibuat antara tenaga kerja dengan perusahaan pemakai yang memuat persyaratan-persyaratan baik dalam pengerahan maupun yang berlaku sewaktu pekerja sudah bekerja.

d. Perjanjian Kerja untuk Waktu tertentu (Kontrak)
Dibuat antara pekerja dengan perusahaan yang memuat persyaratan dan kondisi didalam bekerja.

3. Jenis Perjanjian Kerja
Berdasarkan penetapan jangka waktu, perjanjian kerja terdiri dari dua jenis :

a. Perjanjian kerja waktu tidak tertentu.
Perjanjian kerja ini tidak membatasi jangka waktu berlakunya perjanjian, sehingga berakhirnya perjanjian ini apabila disepakati oleh kedua belah pihak.

b. Perjanjian kerja waktu tertentu.
Perjanjian kerja ini mencantumkan jangka waktu berlakunya perjanjian atau berakhirnya perjanjian apabila pekerjaan tertentu sudah selesai.

B. Perjanjian Kerja
1. Pengertian
Perjanjian kerja adalah suatu perjanjian dimana seseorang mengikatkan diri untuk bekerja dengan pihak lain dengan menerima imbalan berupa upah sesuai dengan syarat-syarat yang dijanjikan dan disetujui bersama.

Pengaturan tentang pembuatan perjanjian kerja berpedoman kepada :

a. Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHP) khususnya buku III titel 7A.
b. Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) buku II.
c. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 2 Tahun 1993.

2. Hak dan Kewajiban Pekerja dan Pengusaha Dalam Perjanjian Kerja

a. Hak pekerja
 Pekerja berhak atas upah setelah melaksanakan kewajiban sesuai dengan perjanjian.
 Hak atas fasilitas-fasilitas lain berupa tunjangan dan dana bantuan.
 Hak perlakuan yang baik dari pengusaha atas dirinya seperti perlindungan kesehatan kerja.
 Jaminan kehidupan yang wajar dan layak dari pengusaha serta kejelasan status waktu.

b. Kewajiban pekerja
 Melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan perjanjian dan kemampuannya.
 Melaksanakan tugas dan pekerjaannya tanpa bantuan orang lain kecuali diizinkan oleh pengusaha.
 Mentaati segala peraturan kerja dan peraturan tat tertib yang berlaku di perusahaan.
 Patuh dan taat atas segala perintah pengusaha dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan perjanjian.

c. Hak Pengusaha
 Pengusaha berhak sepenuhnya atas hasil kerja pekerja.
 Pengusaha berhak atas ditaatinya aturan kerja yang diberikan kepada pekerja.
 Pengusaha berhak atas perlakuan yang hormat, sopan dan wajar serta sikap tingkah laku yang layak dari pekerja.
 Pengusaha berhak untuk melaksanakan tata tertib kerja yang telah dibuat oleh pengusaha.

d. Kewajiban pengusaha
 Pengusaha berkewajiban membayar imbalan kepada pekerja.
 Pengusaha berkewajiban menyediakan dan mengatur fasilitas kerja, tempat kerja.
 Pengusaha berkewajiban mengatur segala hal yang berada dibawah tanggung jawab dalam hubungan kerja.
 Pengusaha berkewajiban memberikan jaminan sosial kepada pekerja.

3. Hal-hal yang diperjanjikan dalam Perjanjian Kerja
Perjanjian kerja akan memuat hal-hal sebagai berikut :

a. Macam pekerjaan, cara pelaksanaannya, jam kerja dan tempat kerja.
b. Besarnya upah, tempat dan waktu pembayarannya dan fasilitas yang disediakan pengusaha bagi pekerja.
c. Pengobatan berupa biaya dokter, poliklinik.
d. Jaminan sosial seperti kecelakaan, sakit, pensiun.
e. Cuti, izin meninggalkan pekerjaan, hari libur, uang pesangon.

C. Perjanjian kerja untuk waktu tertentu
1. Pengertian
Perjanjian kerja waktu tertentu adalah perjanjian kerja antara pekerja dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau pekerjaan tertentu.

2. Persyaratan yang harus dipenuhi dalam membuat perjanjian kerja waktu tertentu

a. Perjanjian kerja dibuat secara tertulis dengan menggunakan bahasa Indonesia dan tulisan latin.

b. Perjanjian kerja tidak boleh dipersyaratkan adanya masa percobaan.

c. Perjanjian kerja hanya diadakan untuk pekerjaan tertentu yang menurut sifat, jenis atau kegiatannya akan selesai dalam waktu tertentu.

3. Jangka waktu perpanjangan dan pembaharuan perjanjian kerja waktu tertentu

a. Perjanjian tersebut hanya boleh diperpanjang satu kali untuk paling lama dalam waktu yang sama dengan waktu yang pertama dan jumlahnya tidak boleh melebihi tiga tahun.

b. Pembaharuan Perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan tiga puluh hari setelah perjanjian yang lama berakhir. Pembaharuan hanya boleh dilakukan satu kali paling lama untuk jangka waktu yang sama dan tidak melebihi dua tahun.

4. Pemutusan hubungan kerja bagi pekerja dan pengusaha dalam perjanjian kerja waktu tertentu

a. Perjanjian kerja waktu tertentu dapat berakhir sebelum waktunya habis apabila pengusaha mengadakan pemutusan hubungan kerja karena pekerja melakukan kesalahan berat.

b. Pekerja dapat mengakhiri Perjanjian kerja waktu tertentu karena kesalahan berat yang dilakukan oleh pengusaha.

D. Peraturan Perusahaan
1. Pengertian
Peraturan Perusahaan adalah peraturan yang dibuat secra tertulis oleh pengusaha yang memuat ketentuan-ketentuan tentang syarat-syarat kerja serta tat tertib perusahaan.

2. Tujuan dan Manfaat pembuatan peraturan perusahaan

a. Dengan adanya Peraturan Perusahaan minimal akan diperoleh kepastian adanya hak dan kewajiban pekerja dan pengusaha.

b. Peraturan Perusahaan akan mendorong terbentuknya “Kesepakatan Kerja Bersama”.

c. Pada perusahaan yang telah mempunyai kesepakatan kerja bersama tidak dapat menggantinya dengan Peraturan Perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: