BAB V SERIKAT PEKERJA

Serikat pekerja adalah suatu organisasi yang dibentuk oleh pekerja, dari pekerja, dan untuk pekerja yang bertujuan untuk melindungi pekerja, memperjuangkan kepentingan pekerja serta merupakan salah satu pihak dalam bekerja sama dengan perusahaan.

Dasar Pembentukan Serikat Pekerja

  1. UUD 1945 Pasal 28.
  2. Undang-undang No. 14 tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Ketenagakerjaan.
  3. Undang-undang No. 18 tahun 1956 tentang Hak Berorganisasi dan Berunding Bersama.
  4. Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 1109 thun 1986.

Prinsip-prinsip, Tugas, dan Fungsi Serikat Pekerja

  1. Dibentuk secara demokratis dari pekerja, oleh pekerja, dan untuk pekerja.
  2. Harus tunduk kepada konstitusi dan peraturan perundangan yang berlaku.
  3. Didirikan dalam usaha melindungi, memperjuangkan, dan meningkatkan kesejahteraan para anggota dan keluarganya.
  4. Bersifat mandiri, profesional, dan bertanggung jawab.

A. Perkembangan Umum Serikat Pekerja

1. Asal usul dan latar belakang terbentuknya serikat pekerja

Asal usul terbentuknya serikat pekerja terjadi di Inggris dan Amerika Serikat pada akhir abad ke 18 dan permulaan abad ke 19 sebagai perkumpulan pekerja yang didasarkan atas keterampilan yang sama.

Serikat pekerja pada awal abad ke 19 secara eksklusif berdasarkan atas keahlian tertentu. Tetapi karena berkembangnya proses industrialisasi yang membutuhkan jumlah tenaga kerja yang terlatih dan semi terampil sangat meningkat dengan pesat, maka serikat pekerja berkembang menjadi organisasi yang berskala besar dan berkembang terus sampai akhir abad ke 19 yang selanjutnya diikuti dengan bergabungnya pekerja-pekerja yang tidak terampil. Dengan bergabungnya jumlah pekerja yang besar mengakibatkan organisasi berkembang dengan cepat dan sebagai dampak dari teknologi industri membuat organisasi berkembang, baik sebagai Serikat Pekerja Industrial atau Serikat Pekerja Umum.

2. Perkembangan Serikat Pekerja di Inggris

Serikat pekerja di Inggris merupakan serikat pekerja yang tertua di dunia. Atas pengaruh dari revolusi Prancis, Combination Acts 1799 dan 1800 memaklumkan bahwa serikat pekerja merupakan persepakatan kriminal yang bertentangan dengan kepentingan umum.

Pada tahun 1951 Perhimpunan Insinyur membentuk pola baru serikat pekerja dengan mengharuskan setiap tenaga terampil sebelum bekerja harus lulus pemagangan. Hal ini digunakan untuk membatasi jumlah pemagangan, sehingga akan mempengaruhi jumlah tenaga yang terampil dalam perusahaan.

Setelah dilahirkan “Trade Union Act” tahun 1871 pemerintah secara efektif melegalisir serikat pekerja di pertanian, pelaut, gas, umu, dan pekerja dok kapal. Serikat pekerja baru tersebut menitik beratkan fungsinya pada perundingan bersama yang berskala nasional dan tuntutan agar dikeluarkannya ketentuan upah minimum dan 6 hari kerja setiap minggu.

3. Perkembangan Serikat Pekerja di Amerika Serikat

Serikat pekerja terbentuk pada permulaan Hari Kemerdekaan Amerika akhir abad ke 18 ketika sejumlah pengrajin dalam berjenis-jenis perusahaan membentuk kumpulanlokal untuk memperjuangkan perpendekan jam kerja serta peningkatan upah.

Perkembangan serikat pekerja yang besar terjadi tahun 1869 dengan dibentuknya “Nobel Order of the Knights of Labor”. Tujuannya lebih banyak bersifat politis dari bersifat ekonomis yang sebagian tuntutannya adalah 6 hari kerja perminggu dan menghilangkan pekerja anak-anak.

4. Perkembangan Serikat Pekerja di Jerman

Serikat pekerja berkembang dalam waktu yang pendek di tahun 1920an, tetapi dihancurkan oleh Nazi setelah mengambil kekuasaan di tahun 1933. Setelah perang dunia kedua gerakan serikat pekerja yang kuat berkembang di Jerman Barat.

B. Perkembangn Serikat Pekerja di Indonesia

1. Perkembangan sebelum kemerdekaan

Serikat pekerja di Indonesia sudah dikenal sejak akhir abad ke 19 dimana guru-guru Belanda di Sekolah Belanda mendirikan organisasi yang bertindak sebagai serikat pekerja. Organisasi pekerja yang pertama terbentuk yaitu Persatuan Pekerja Kereta Api dan Term. Pada tahun 1912, Serikat Islam mendirikan Gabungan Serikat Pekerja. Pembentukan serikat pekerja waktu itu dimaksudkan dalam rangka upaya menghimpun masa pekerja yang ditujukan untuk perjuangan politik dalam perjuangan kemerdekaan.

2. Perkembangan setelah kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda dan Sekutu kembali ke Indonesia untuk melanjutkan penjajahannya. Dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan rakyat Indonesia bersatu padu menentang kembalinya Belanda ke Indonesia. Para pekerja menggabungkan diri dalam satu barisan yang disebut Barisan Buruh Indonesia.

3. Perkembangan dalam era Demokrasi Terpimpin

Dalam era Demokrasi Terpimpin ada usaha-usaha untuk menyatukan gerakan pekerja dalam satu wadah yang dinamakan Organisasi Persatuan Pekerja Indonesia. Dalam era Demokrasi Terpimpin sejalan dengan bertambah berperannya PKI dalam pemerintahan, maka SOBSI pun berkembang dengan pesat yang mampu menggagalkan usaha-usaha menyatukan gerakan pekerja.

4. Perkembanga setelah pemerintah orde baru

Pemerintahan orde baru bertekad untuk melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen dan juga bertekad untuk mengembangkan program pembangunan yang berencana dan berkelanjutan. Untuk itu diadakan penataan kembali baik struktur pemerintahan, politik, maupun struktur kemasyarakatan. Dalam rangka itu terjadi penyederhanaan partai politik. Sejalan dengan itu terjadi penyederhanaan dalam organisasi kemasyarakatan termasuk organisasi pekerja.

C. Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP)

1. Latar Belakang

Sudah menjadi standar yang esensial bagi ILO adanya “ kebebasan
berserikat dan berunding bersama” yang dicantumkan dalam konvens ILO no.87 dan 89. Kebebasan berserikat sudah dijamin oleh perindang2an indonesia dari mulai UUD’45 pasal 28,UU no. 14 tahun 1969dan UU no. 18 tahun 1956.

2. Pembentukan SPTP

SPTP dibentuk pada perusahaan yang mempunyai pekerja 25 orang atau lebih dan belum mempunyai Serikat Pekerja. Pada setiap perusahaan hanya dapat dibentuk satu SPTP dan dapat bekerja sama atau bergabung dengan SPSI.

Untuk mendirikan SPTP diperlukan syarat sebagai berikut :

  1. Nama SPTP harus mencantumkan dengan jelas nama perusahaan dimana SPTP itu berada.
  2. SPTP harus mempunyai pengurus, anggaran dasar, dan anggaran rumah tangga.
  3. Yang menjadi pengurus dan anggota SPTP adalah pekerja di perusahan itu sendiri.
  4. Untuk membentuk SPTP harus disetujui oleh lebih dari 50% pekerja.
  5. Untuk membentuk SPTP perlu menyampaikan pemberitahuan kepada pengusaha akan membentuk SPTP.
  6. SPTP sebelum beroperasi harus mendaftarkan kepada Kantor Depnaker setempat.

3. Hak dan wewenang SPTP

  1. SPTP berhak membuat Kesepakatan Kerja Bersama dengan pengusaha.
  2. Kesepakatan Kerja Bersama yang dibuat oleh SPTP dan pengusaha harus didaftar di Kantor Depnaker setempat setelah ditandatangan oleh kedua belah pihak.
  3. Dalam hal terjadinya perselisihan dan PHK, SPTP dapat menggunakan sepenuhnya UU No. 2 Tahun 1957 dan UU No. 12 Tahun 1964.
  4. Pengusaha tidak boleh menghalang-halangi SPTP berubah/bergabung dengan SPSI.

D. Pembentukan dan Pengembangan Serikat Pekerja di dalam Perusahaan

1. Pembentukan Serikat Pekerja di dalam Perusahaan

Untuk dapat terbentuk serikat pekerja yang baik maka perlu diperhatikan :

  1. Pengusaha harus sepenuh hati menerima kehadiran serikat pekerja di dalam perusahaan.
  2. Sebelum serikat pekerja dibentuk perlu diadakan penyuluhan kepada seluruh pekerja mengenai fungsi kegiatan, tujuan, dan manfaat serikat pekerja.
  3. Pemilihan pengurus serikat pekerja harus dilaksanakan sedemokrasi mungkin.

2. Pengembangan Serikat Pekerja

  1. Serikat pekerja yang terbentuk, para pengurusnya harus dididik bagaimana menjalankan organisasi dan harus dibekali dengan pengetahuan dalam bidang Hubungan Industrial.
  2. Bagi perusahaan setelah serikat pekerja terbentuk segera mengadakan kerja sama, konsultasi, komunikasi agar serikat pekerja cepat dapat memahami masalah-masalah bersama yang sedang dihadapi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: